Kataraft merupakan toko yang terkenal di antara kawan-kawan pencinta alam di IPB Dramaga, karena menjual berbagai alat outdoor. Kataraft berada di jalan ke arah sebelum belokan PGB.

Cara mudah menuju ke kataraft dari kampus IPB Dramaga adalah :

  1. Naik kampus dalam (03) ke jurusan laladon atau bubulak. Turunnya di laladon atau bubulak. (di sini ada 2 terminal yaitu laladon dan bubulak, bisa turun di salah satu). (ongkos sekitar Rp 3.000). Perjalanan sekitar <15 menit (kalau lancar dan tanpa ngetem). Selain angkot 03, banyak juga lewat depan kampus jurusan jasinga, leuwi liang dll yang tujuan akhirnya laladon atau bubulak.
  2. Setelah nyampe di laladon atau bubulak, bisa naek 03 jurusan baranangsiang atau 02 jurusan sukasari. Keduanya melewati toko kataraft. (ongkos sekitar Rp 3.000). Perjalanan sekitar 20 menit. Disarankan naek di laladon yang di dalam terminalnya, karena biasanya penumpang berkumpul disitu, sehingga cepat penuh cepat jalan angkotnya.
  3. Minta turun di kataraft. Kalau sopir tidak tahu, maka perhatikan kiri jalan sebelum belokan ke kiri menuju PGB. Toko Kataraft terdapat spanduk bertuliskan “Kataraft” di depan toko. Toko ini berbentuk seperti Ruko.
  4. Selesai Sudah.

 

Semoga Bermanfaat. Amin.

Cara mudah menuju ke Bandung dari Kampus IPB Dramaga adalah :

  1. Menunggu di depan kampus, karena ada bus dari terminal Leuwi Liang menuju Bandung. Sehingga bus melewati kampus.
  2. Ongkosnya sekitar Rp 55.000
  3. Perjalanan kalau lancar sekitar 4 jam-an.
  4. Bus lewat tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang).
  5. Tujuan akhir bus adalah Terminal Leuwi Panjang.

 

Ini jadwal Bus MGI Leuwi Liang – Bandung

Jadwal MGI

Semoga Bermanfaat. Amin.

Cara Mudah menuju kantor burung Indonesia menggunakan angkotan perkotaan (angkot), yaitu :

  1. Naik kampus dalam (03) ke jurusan laladon atau bubulak. Turunnya di laladon atau bubulak. (di sini ada 2 terminal yaitu laladon dan bubulak, bisa turun di salah satu terminal). Ongkos sekitar Rp 3.000. Perjalanan sekitar <15 menit (kalau lancar dan tanpa ngetem). Selain angkot 03, banyak juga lewat depan kampus jurusan jasinga, leuwi liang dll yang tujuan akhirnya laladon atau bubulak.
  2. Setelah nyampe di laladon atau bubulak, bisa naek 02 jurusan sukasari ataupun 03 jurusan baranangsiang. Minta Turun di PGB (Pusat Grosir Bogor). Ongkos sekitar Rp 3.000. Perjalanan sekitar 25 menit. Disarankan naek di laladon yang di dalam terminalnya, karena biasanya penumpang berkumpul disitu, sehingga cepat penuh cepat jalan angkotnya.
  3. Setelah sampai di PGB, maka jalan sedikit ke belakangnya PGB. Disitu ada terminal merdeka. Cari angkot 07 jurusan Ciparigi.
  4. Setelah Naik angkot 07, maka minta turun di Kantor Burung Indonesia atau Jalan Dadali.
  5. Karena belum tentu sopir tahu tentang Burung Indonesia, pastikan setelah memasuki kawasan jalan dadali perhatikan ke arah kanan, karena Kantor Burung Indonesia berada di kanan jalan. Kantornya seperti rumah biasa, tapi ada Baliho yang dipampang di atas rumahnya yang cukup besar yang bertuliskan “Burung Indonesia”. Ciri-ciri Jalan Dadali adalah jalan satu arah dan banyak pedagang tanaman di pinggir jalan (biasanya di kiri jalan).
  6. Ongkosnya sekitar Rp 3.000 – an. Perjalanannya sekitar 25 menit. Kawasan ini jarang macet alias ramai lancar.
  7. Selesai Sudah.

 

Semoga Bermanfaat. Amin… :D

Cara mudah untuk sampai ke Kebun Raya Bogor menggunakan angkutan perkotaan (angkot), yaitu :

  1. Naik kampus dalam (03) ke jurusan laladon atau bubulak. Turunnya di laladon atau bubulak. (di sini ada 2 terminal yaitu laladon dan bubulak, bisa turun di salah satu terminal). Ongkos sekitar Rp 3.000. Perjalanan sekitar <15 menit (kalau lancar dan tanpa ngetem). Selain angkot 03, banyak juga lewat depan kampus jurusan jasinga, leuwi liang dll yang tujuan akhirnya laladon atau bubulak.
  2. Setelah nyampe di laladon atau bubulak, bisa naek 02 jurusan sukasari. Minta turun di Pintu Utama Kebun Raya Bogor (KRB). Ongkos sekitar Rp 4.000. Perjalanan sekitar 35 menit. Disarankan naek di laladon yang di dalam terminalnya, karena biasanya penumpang berkumpul disitu, sehingga cepat penuh cepat jalan angkotnya.
  3. Setelah sampai di Pintu Utama Masuk KRB, beli tiket saja langsung ke arah naik tangga, tiket domestik sekitar Rp 15.000, sedangkan asing sekitar Rp 25.000.
  4. Selamat Menikmati Kebun Raya Bogor

 

Semoga Bermanfaat, Amin.. :D

Cara mudah untuk sampai ke parung menggunakan angkutan perkotaan (angkot), yaitu :

  1. Naik Kampus Dalam (03) ke arah laladon atau bubulak , minta turunnya di pangkalan angkot 32. Ongkosnya sekitar Rp 3.000. Selain 03 bisa juga menggunakan angkot lain, jurusan leuwiliang, jasinga, dll yang mengarah ke laladon atau bubulak. Perjalanannya sekitar <15 menit-an (tidak termasuk ngetem maupun macet).
  2. Setelah turun di pangkalan 32. Naik za. Ongkosnya sekitar Rp 2.500. Terus minta turun di perempatan semplak. Perjalanannya sekitar <10 menit-an (tidak termasuk ngetem maupun macet).
  3. Sesampainya di perempatan semplak, belok kiri dari arah yang digunakan angkot 32.
  4. Naik angkot Parung – Bogor. Ongkosnya sekitar Rp 6.500. Minta turun di Parung. Karena parung merupakan tujuan akhir, jadi bisa relaks saja. Perjalanan nya sekitar 40 menit-an (jalanan biasanya ramai lancar, jadi kemungkinan kecil untuk macet). Pastikan sebelum naik, tanyakan dulu sampai parung atau tidak, karena ada saja yang tidak sampai.
  5. Selesai sudah di parung.

 

Semoga bermanfaat.. Amin.. :D

Jakarta kota merupakan salah satu stasiun kereta api yang besar. Disana juga tempat berangkatnya kereta ke tujuan luar daerah. Menuju Jakarta kota dari kampus ipb dramaga mudah sekali, yaitu :

1. Naik kampus dalam (03) ke jurusan laladon atau bubulak. Turunnya di laladon atau bubulak. (di sini ada 2 terminal yaitu laladon dan bubulak, bisa turun di salah satu). (ongkos sekitar Rp 3.000). Perjalanan sekitar <15 menit (kalau lancar dan tanpa ngetem). Selain angkot 03, banyak juga lewat depan kampus jurusan jasinga, leuwi liang dll yang tujuan akhirnya laladon atau bubulak.

2. Setelah nyampe di laladon atau bubulak, bisa naek 03 jurusan baranangsiang atau 02 jurusan sukasari. Keduanya melewati stasiun. (ongkos sekitar Rp 3.000). Perjalanan sekitar 20 menit. Disarankan naek di laladon yang di dalam terminalnya, karena biasanya penumpang berkumpul disitu, sehingga cepat penuh cepat jalan angkotnya.

3. Setelah naik, maka minta turun di stasiun bogor.

4. Setelah nyampe, kemudian beli tiket ke jurusan Jakarta kota. Dan memang turunnya di Jakarta Kota. Stasiun ini merupakan pemberhentian terakhir, jadi santai tidak usah takut terlewat stasiunnya. (ongkos sekitar Rp 10.000). Perjalanan sekitar 2 jam-an.

5. Sebelum naik, pastikan anda naik di kereta jurusan Jakarta kota, karena di stasiun bogor bukan hanya ke Jakarta kota. Bisa Tanya ke petugasnya.

6. Setelah melewati perjalanan sekitar 2 jam di kereta, akhirnya sampai di stasiun Jakarta Kota.

Semoga artikel ini bermanfaat, amin.

Satwaliar merupakan hewan yang bertulang belakang yang masih memiliki sifat liar. Satwa yang termasuk satwaliar adalah burung, mammalian, burung, reptile dan ikan. Jika satwa tersebut sudah dikembangkan oleh manusia maka dinamakan satwa domestic.

Satwaliar di alam sangatlah bermanfaat untuk menstabilkan ekosistem dan juga secara ekonomi juga bisa digunakan. Secara ekosistem satwaliar membantu penyebaran biji pohon, contohnya musang luwak yang suka kopi, kotorannya akan keluar biji kopi yang lambat laun bisa tumbuh menjadi tumbuhan kopi. Secara ekonomi sangat bermanfaat, contohnya lagi adalah musang luwak, karena kopi yang dimakan tersebut keluar lagi biji kopi dan menjadikan kopi tersebut lebih nikmat, maka dikembangkanlah musang luwak tersebut dalam penangkaran untuk usaha kopi luwak.

Pemanfaatan ekonomi ini lah yang membuat lambat laun satwaliar tersebut bisa mendekati kepunahan, karena satwaliar dimanfaatkan terus menerus namun lupa untuk dilestarikan. Padahal satwaliar tersebut kalau punah bisa menyebabkan kerusakan ekosistem. Misalnya harimau yang memiliki belang yang indah dan keren, maka diburu kemudian diambil kulitnya, kalau dibiarkan terus menerus maka harimau tersebut bisa punah. Kerusakan ekosistem tersebut bisa berakibat meledaknya populasi satwa herbivore karena tidak adanya top predator. Jika herbivore semakin banyak maka bisa menyebabkan kelebihan populasi dan akhirnya kawasan hutan sudah tidak mampu menanggungnya. Karena kawasan hutan sudah tidak mampu lagi menyediakan pakan satwa, akhirnya satwa tersebut keluar kawasan dan mencari makanan di perkebunan warga. Hal ini lah yang menjadi topic hangat kenapa banyaknya satwa yang keluar dari kawasan hutan ke perkebunan maupun perkampungan warga karena pakan di alam sudah tidak memadai.

Sebenarnya tidak jauh beda dengan manusia, saat kampungnya tidak mampu menyediakan pekerjaan, sehingga orang tersebut keluar kampung ke tempat yang lebih banyak pekerjaan dan mendapatkan penghasilan yang cukup yaitu misalnya di kota Jakarta. Untuk itu lah harus dibuat pembangunan di kampung tersebut untuk bisa membuat masyarakatnya tetap betah, diantaranya dengan membuat perusahaan yang mampu menampung tenaga kerja manusia. Nah sama halnya dengan satwa, perlunya perbaikan kawasan sehingga satwa betah di dalam kawasan sehingga tidak main ke perkampungan warga.

Pada hari sabtu-minggu tanggal 21-22 Januari 2012, itu adalah hari untuk puncak kelompok pemerhati ekowisata yaitu ke curug panjang. Sebenarnya tidak tahu daerah itu dimana, ya sudah ikut saja. Berangkat tanggal 21 januari 2012 berkumpul dulu jam 6 di BNI, namun aku bangun terlambat sekitar 05:44, langsung saja mandi, sholat, beres-beres makan dll, berangkat ke bni sekitar setengah 7-an. Dari 47 paling telat, huft ga enak sebenarnya tapi tak apalah. Sekitar jam 7-an.

Berangkat nyarter angkot, ada 5 orang dari 47 dan 3 orang dari 46, sisanya naek motor. Cukup seru jalannya, tidak terlalu macet, namun yang macet malah di jalan tol, aneh banget dah jalan tol yang seharusnya jalan bebas hambatan namun tempatnya macet, ya mungkin ini kendaraan yang mau berlibur. Dalam perjalanannya teman-teman bercanda ria melepas waktu untuk menunggu sampai kesana. Eh ada yang unik setelah keluar tol malah tambah macet, supir pun mengambil langkah balik arah, itu adalah awal kesalahan besar, balik arahnya itu menuju ke jalan tol menuju bogor kembali. Benar-benar unik, namun ya sudahlah. Mata sudah mengantuk lama-kelamaan tidur.

Setelah bangun, ternyata teman-teman masih tertidur, terbangun saat macet kembali. Perjalanan berlanjut terus dan terus. Namun ternyata bukan hanya terus datar, nanjak dan nanjak yang  cukup terjal, disekelilingi oleh pemandangan yang indah yang mampu meneduhkan mata yang memandang. Meski cukup lama jalan terjal ini, akhirnya sampai juga di tempat tujuan yaitu di curug panjang.

Saat datang, hujan menghiasi kedatangan kami, namun kita sudah persiapkan dengan raincoat, tapi aku tidak bawa rain cover, akhirnya basah dech carrier ku. Perjalanan menuju ke tempat camp tidak terlalu jauh namun melelahkan karena aku harus bawa galon, angkat terus- istirahat ini sungguh melelahkan, tangan kiriku sudah tak kuat lagi, namun yang lain sudah di depan, namun arizka dan citra masih menungguku, ga enak sech sebenarnya keliatan lemah di mata mereka apalagi perempuan, tapi tangan kiri ku sudah ga kuat, coba kalo galon itu kaya tas bisa di gandong, tak apa. Akhirnya ga kuat, dilanjutkan oleh arizka. Hm cewek perkasa angkat galon. Oh iya dalam perjalanan itu aku menemukan sejenis burung kaya kerak kerbau, tapi bingung juga karena tidak sesuai field guide ciri-ciri dari satwa tersebut, tapi yang pasti burungnya cukup indah.

Setelah sampai ke tempat camp, lalu buat tenda, cukup rumit sech, karena aku jarang banget pake tenda dum seperti itu, biasa pakai tenda yang pake tongkat sebagai penyangganya. Dum sangat praktis, namun belum faham mendirikannya, cukup lama mendirikan dum ini dengan beberapa orang. Setelah dum berdiri, maka membuat peneduh pakai terpal.

Tak terasa siang pun tiba, aku makan siang sendiri, karena udah laper nih, hehe. Setelah habis eh teman-teman 47 makan, ya sudah ikut kumpul, Cuma sedikit aku mintanya, ga enak mereka juga lapar. Oh iya saat disitu terlihat elang lewat, 2 ekor. Elang itu membentangkan sayap secara sempurna, begitu indah. Aku nyangka itu elang jawa, karena warnanya yang kelihatan orange, tapi setelah ku tahu itu bukan, kemungkinan itu adalah elang alap nipon. Jika dipikir pemandangan elang seperti ini bisa menarik minat para birdwatcher khususnya pecinta raptor.

Setelah selesai makan, sholat dan dilanjutkan dengan kegiatan lain. Wawancara yaitu kegiatan pertama yang kami lakukan, bingung juga sebenarnya mau wawancara apa, karena aku belum punya panduannya, terus belum ahli juga, he. Namun kalau ngobrol biasa mah mudah. Saat bertemu pengunjung, saya ajak ngobrol seakan-akan tidak wawancara, karena pengunjung kalau suasananya sebagai orang yang diwawancarai ga enak, itu terbukti ada juga yang kabur-kaburan mau di wawancara.

Saat wawancara ternyata banyak anak kecil dari yayasan yang sedang berlibur, mungkin hiburan penghilang stress saat di asrama. Selain itu ada juga dari TNI AD, mereka datang untuk menghilangkan stress dari kehiruk pikukan kota Jakarta. Mereka sangat menikmati pemandangan alam di curug panjang ini. Ada yang unik yaitu ada salah satu dari mereka (TNI AD) yang menyewa atau meminjam (kurang begitu tahu) celana anak kecil untuk bisa mandi di curug panjang ini.

Beberapa orang yang telah aku wawancara ternyata menikmati keindahan alam curug panjang, memang harus diakui karena bahwa kawasan ini begitu tertata rapi dan masih alami, ini membuat para penikmat alam begitu menikmatinya.

Setelah wawancara, dilanjutkan dengan pemetaan. Wah aku belum tahu bagaimana cara pemetaan. Tapi ya sudahlah nanti juga bisa lah ya, ga jauh beda dengan kegiatan di pramuka. Aku kebagian pengukur derajat belok-beloknya atau penampang atas. Ini mah simple banget, karena setidaknya aku pernah tahu dasarnya. Berdiri dari titik satu dengan melihat orang di depan sebagai titik kedua. Maka menghasilkan hasil berapa derajat belok dari penampang atas ini.

Pemetaan ini cukup melelahkan, karena track yang cukup jauh, berbelok-belok dan naik turun. Tapi seru karena dilakukan bersama-sama. Sebelumnya teman-teman kurang percaya karena masa iya hasil derajat yang saya ukur ini sekian, namun aku meyakinkan bahwa perbedaan derajat ini lah yang akan kita gunakan sebagai belok-belok nya. Meski sebetulnya agak ragu juga dengan hasil ini, tapi hati kecil meyakinkan bahwa ini hasil yang cukup baik. Keyakinan ini tidaklah mudah untuk diterapkan, karena teman-teman tidak mudah percaya dengan hasil ini. Tapi cuek za, karena saya yakin ini benar.

Setelah sekian lama pemetaan, meski dengan berbagai hasil yang kurang memadai (pikirku), karena diantraranya kiri kanan berbagai tumbuhan yang belum bisa di identifikasi, selain itu satwa yang belum teridentifikasi dan tidak muncul saat pemetaan tersebut, diantaranya burung yang mungkin kalau di ketahui bisa mendukung wisata ini untuk menarik simpati para birdwatcher. Namun namanya juga belajar, pasti awal biasa saja setelah sekian lama belajar semakin baik dan terus semakin baik. Amin.

Setelah pemetaan, maka akhirnya bisa istirahat pula, tapi sayang makanan belum matang, ya sudahlah di tahan, namun teman-teman yang lain sudah lapar, akhirnya makan di warung, namun aku sendiri ga beli, lebih baik menunggu makan, soalnya bawa uang juga pas-pasan, heheh. Kita makan-makan sambil bercanda ditemani satu orang dari angkatan 46 yaitu ka ambar. Akhirnya setelah selesai makan, eh makanan buatan dari 46 matang, serbu untuk makan, namun karena 4 orang dari 47 sudah makan terlebih dahulu jadi kurang begitu nafsu untuk memakan makan  yang tersedia. Aku yang sebelumnya ga ikutan makan, ya sikat lah karena lapar. Namun makanannya pedas, wah repot aku memang terkadang suka pedas namun resikonya ya bolak-balik ke wc. Ternyata rasa pedas ini bukan hanya dirasa olehku, yang lain juga mengeluh karena kepedasan, tapi ada juga yang merasa ini biasa za, hebat amat karena lidahku za udah kepedasan.

Seru banget makan bersama beralaskan daun pisang dengan berbagai makanan. Meski ada pedasnya, tapi sikat karena namanya juga lapar, he. Ga nyangka dari 46 juga ada yang tetap makan padahal dari postur tubuh tidak terlalu besar, tapi kuat. Padahal 46 yang laki-laki nya sudah nyerah, wah lucu dah ternyata kalau di lapang seperti ini bisa melihat sosok yang lain dari seseorang. Memang saya rasakan waktu pramuka juga, kegiatan turun langsung ke lapang ini membuat lebih mudah untuk menjadi dekat, topeng-topeng yang biasa di iklan “yang lain bersandiwara, gue apa adanya” , di saat seperti itu akan tampak sosok yang lain yang mungkin tidak terlihat saat biasa za.

Sore pun di tutup dengan kegelapan, gelap yang kurang penerangan, namun ini seru. Seru-seruan bareng teman, meskipun pusing dengan tugas pemetaan dan sosek, namun karena ngerjainnya bareng-bareng jadi tidak terlalu berat. Malam semakin larut, kita buat api unggun, berbagi cerita dengan para senior (yang baru pada datang). Kami mempresentasikan apa yang telah kami dapatkan. Para senior berbagi ilmu pada kami, meski wajah-wajah mereka tidak kelihatan karena gelap, tapi saya mendengarkan dengan baik untuk menambah ilmu ekowisata ini.

Malam semakin larut waktu menunjukkan pukul 10 malam lebih, berhubung api unggunnya juga sudah mulai padam, angkatan 47 mulai bersiap-siap tidur. Saya tidur di bawah terpal tanpa penghalang, memang dingin tapi karena pake sleeping bag, tidak terlalu dingin jadinya. Hari ini ditutup dengan kelelahan beserta keindahan yang telah dilalui.

Bangun pukul 4-an pada hari minggu tanggal 22 Januari 2012, dingin dingin empuk. Hmm biasa setor di pagi hari, heheh. Setelah dari kamar mandi, sholat terus mau tidur eh ga bisa euy, oh iya ga nyangka air di aqua yang di taruh di sampingku, ternyata dingin, hm seger tapi tidak sesegar kalau berada di suasana panas, masa hawa dingin minum dingin kurang nikmat.

Hari pun mulai pagi, kami olahraga sebentar hingga akhirnya diteruskan dengan wide games perorangan. Sebenarnya hati kecil sudah mulai takut dan malas ngapain lagi gitu, tapi biasanya juga ga di apa-apain hanya perasaan saja ini mah. Bener kan, ini hanya perasaan ku saja, ga di apa-apain hanya sharing dari senior untuk kemajuan diriku.

Di awali di pos satu tentang ekowisata, mendefinisikan tentang ekowisata, aku jawab dengan apa yang aku tahu. Setelah sharing-sharing di pos satu diteruskan di pos 2 tentang inventarisasi dan pengembangan potensi ekowisata. Saya mendefinisikan kata kalimat tersebut, sebenarnya bingung juga defines dari inventarisasi, tapi dari kegiatan aku ambil kesimpulan seperti ini, jadi aku jawab dengan kalimat sederhana yang nyerempet ke definisi tersebut.

Setelah selesai di pos 2 dilanjutkan dengan pos 3, nah ini yang menurutku galau, masa namanya pos sesuatu (krik krik krik), bahasanya itu loh “sesuatu” kaya anak alay gitu, tapi santai za aku juga kadang alay, he, maklum lah anak muda. Ditanya-ditanya tentang kekerabatan dengan anggota, aku jujur belum dekat, ya mungkin aku lum bisa menyatu dengan mereka, karena memang di kelas saya kurang begitu dekat dengan mereka, mungkin karena kelemahanku yang supel namun pilih-pilih orang atau bagaimana, orang lebih bisa mengetahui karakterku, karena terkadang karakter sendiri tak tahu.

Di pos 3 ini cukup seru sech, di akhiri oleh puisi air terjun. Berhubung saya suka puisi ya gampang lah ya buat puisi spontan, ya namanya juga puisi alay alay gimana gitu, he. Setelah selesai di pos 3 dengan keanehan keanehan yang terjadi, he. Di lanjutkan ke pos 4 yang banyak seniornya. Ga jauh beda dengan pos 3, Tanya-tanya kekerabatan, tapi ya sama za jawabannya dengan pos 3. Banyak hal lah dari senior yang menjadi pelajaran untukku lebih baik, amin.

Setelah pos 4, maka berakhirlah pos-posan nya namun tidak seperti itu adanya, kami berlima dari 47 dan 5 orang dari 46 di suruh berdiri di sungai, sungguh dingin dingin empuk gimana gitu, tubuh terasa mati membeku, berdiri dalam kedinginan dengan menjawab berbagai pertanyaan dari senior. Benar-benar dingin, ingin cepat selesai karena dingin banget seperti di kulkas, tapi karena belum beres permasalahan maka terus menjawab pertanyaan dari senior dengan berbagai pemikiran, dengan kondisi kedinginan.

Cukup lama berendam di air dingin akhirnya selesai juga, di akhiri dengan foto-foto, seru lah ya. Keluar dari air, cukup dingin. Setelah itu kembali ke camp, mandi dan lain-lain. Sambil nunggu angkot kami makan-makan. Hm makan kali ini cukup kenyang karena ga ada pedasnya, he. Jadi sikat lah, dan aku yang terakhir yang ngabisin, karena datangnya juga terlambat, he, setelah dari toilet, ya mungkin karena pedasnya kemarin.

Makan-makan enak banget, setelah itu beres-beres tenda dan lain-lainnya. Akhirnya pulang, kepulangan kami dihiasi hujan, hampir sama dengan kedatangan yang disambut oleh hujan. Semoga hujan ini membawa keberkahan, amin. Keindahan pengalaman bersama rekan-rekan seperjuangan semoga menjadi cerita indah di hari lain, dan terukir keindahan bersama alam di benak ini. Amin.

Sukses selalu untuk KPE, kelompok pemerhati ini memang seru.

Di IPB apapun selalu diuangkan, apapun itu, dari hal yang terkecil hingga yang terbesar, dari gadungan hingga profesional.Itulah IPB, lika-liku mahasiswanya untuk mendapatkan sesuap nasi sampai mempekerjakan banyak orang.

IPB yang notabene pertanian, ternyata bukan hanya pertanian yang di geluti namun yang berhubungan dengan pertanian, yaitu kehutanan, perikanan, apapun yang berhubungan pertanian atau perpindahan energi dari satu benda ke benda lainnya. Disini bukan hanya dididik sebagai karyawan namun menjadi seorang wirausaha yang luar biasa untuk pembangunan bangsa dan negara.

Kekonsistenan IPB untuk mengembangkan jiwa wirausaha salah satu caranya adalah adanya mata kuliah kewirausahaan. Selain itu masih banyak lagi kegiatan yang dinaungi IPB tentang pengembangan jiwa wirausah, sehingga banyak menghasilkan para wirausahawan bahkan pebisnis kelas kakap, sebut saja Elang, yang sukses dengan bisnis propertynya dan masih banyak lagi.

CERITA INSPIRASI AKU

Nama : Asep Saefullah  NRP : E34100141  Asrama : Sylva Lestari / 54

Aku orangnya kurang begitu bersosialisasi karena saya lebih suka sendirian dan dalam berbagai hal pun aku lebih suka mengerjakan sendirian. Terkadang dengan cara berpikir sering mengalami stress sendirian karena beban dibebankan oleh aku sendiri, sedangkan diriku kurang begitu terbuka terhadap orang lain alias tidak suka curhat (curahan hati).

Dengan sifat asli karakter asli seperti itu aku harus mulai cara pandang ku dengan melihat yang pandai bergaul, hingga akhirnya aku sedikit-sedikit mengalami  perubahan yang lebih supel dari sebelumnya, walaupun karakter egoisku masih ada, karena aku seorang koleris.

Aku koleris jadi mungkin hampir sama dengan koleris lainnya yang jika mendapat kritik maka orang tsb berusaha memperbaiki karena kalau tidak harga diri orang tsb seperti diinjak-injak.

Karakter yang aku miliki sama halnya dengan pisau bisa baik atau pun buruk, dengan karakter koleris inilah aku bisa berubah dan jeleknya susah diatur, walaupun aku seorang koleris tapi aku sedang belajar menjadi yang lainnya sama halnya membuat patung yang bahan dasarnya berbeda-beda tetapi hasilnya bisa sama, namun tekstur patung tsb masih bisa terasa.

Selain aku memiliki karakter koleris, saya seorang melankolis yang begitu suka dengan kesempurnaan, namun jeleknya karena pikiran kesempurnaan inilah yang membuat aku banyak pikiran dan pusing, namun aku menikmati hal ini karena dengan ini aku bisa mempertimbangkan baik dan buruknya karena kalau salah predikisi bisa kacau.